Jumat, 01 Maret 2013

RENSTRA JEMAAT GPM HONITETU


BAB IV
VISI,  MISI,  TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS

IV.1.  VISI
a.      Visi Gereja Protestan Maluku:
 “Menjadi gereja yang memiliki kualitas iman dan karya secara utuh untuk bersama-sama dengan semua umat manusia dan ciptaan Allah mewujudkan kehidupan yang berkeadilan, damai, setara dan sejahtera sebagai tanda-tanda kerajaan Allah di dunia”

b.    Visi Pengembangan Jemaat Honitetu:
“Menjadi jemaat yang memiliki ketahanan iman, kemandirian teologi, daya dan dana serta panggilan melayani yang kuat, dan menghargai anugerah Allah, demi  terwujudnya kehidupan yang damai dan sejahtera” .
IV.2.  MISI

a.     Misi Gereja
“Mengembangkan kapasitas gereja secara integral untuk memenuhi amanat panggilan sebagai gereja Kristus yang hidup di kepulauan Maluku dalam konteks pelayanan di Indonesia dan dunia”.

b.      Misi Pembangunan Jemaat Honitetu
Misi pembangunan Jemaat meliputi:
1.      Meningkatkan Spiritualitas Umat.
2.      Mengoptimalkan program-program pelayanan.
3.      Meningkatkan kesadaran umat terhadap bahaya Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
4.      Meningkatkan Persekutuan Umat.
5.      Meningkatkan pendapatan konfensional gereja.
6.      Meningkatkan pembinaan dan pendampingan umat.
7.      Meningkatkan kualitas Sumber Daya Warga Gereja di jemaat.
IV.3.    TUJUAN STRATEGIS
1.      Meningkatkan peran dan fungsi SM-TPI sebagai basis Pendidikan Formal Gereja di Jemaat.
2.      Meningkatkan kesadaran tentang bahaya minuman keras dikalangan pemuda gereja.
3.      Meningkatkan kehadiran anggota AMGPM dalam ibadah AMGPM.
4.      Meningkatkan kehadiran anggota wadah pelayanan perempuan dalam ibadah wadah pelayanan perempuan.
5.      Meningkatkan kehadiran anggota wadah pelayanan laki-laki dalam ibadah wadah pelayanan laki-laki.
6.      Meningkatkan pemahaman umat tentang persekutuan.
7.      Meningkatkan kehadiran umat dalam ibadah minggu.
8.      Meningkatkan kehadiran umat dalam ibadah unit/sector.
9.      Meningkatkan pendampingan pastoral kepada anggota jemaat.
10.  Meningkatkan keterpanggilan perangkat pelayan dalam pelayanan gereja di jemaat.
11.  Meningkatkan pendapatan gereja yang bersumber dari  Sumber Daya Alam di jemaat.
12.  Mewujudkan kesejahteraan hidup anggota jemaat status social lemah.
13.  Meningkatkan kesadaran umat tentang bahaya kerusakan alam dan lingkungan sekitar.
14.  Meningkatkan dukungan sarana dan prasarana gereja untuk menunjang pelayanan gereja di jemaat.
15.  Meningkatkan pengelolaan keuangan gereja di jemaat.
16.  Mengupayakan sertivikasi Tanah Gereja.

IV.4.    SASARAN STRATEGIS
a.   Sasaran Strategis Pengembangan Kapasitas Umat :
1.      Terpenuhinya tenaga pengasuh SMTPI.
2.      Meningkatnya kesadaran pemuda tentang bahaya MIRAS.
3.      Meningkatnya kesadaran anggota AMGPM tentang pentingnya ibadah AMGPM.
4.      Meningkatnya kesadaran anggota wadah pelayanan perempuan jemaat untuk beribadah dalam wadah pelayanan perempuan.
5.      Meningkatnya kesadaran Anggota Wadah pelayanan Laki-laki jemaat untuk beribadah dalam wadah pelayanan laki-laki.
6.      Meningkatnya pengetahuan umat tentang pentingnya persekutuan.
7.      Meningkatnya kesadaran umat tentang pentingnya Ibadah Minggu.
8.      Meningkatnya kesadaran umat tentang pentingnya Ibadah Binakel.
9.      Meningkatnya kesadaran umat tentang pentingnya pendampingan pastoral.
10.  Meningkatnya keterpanggilan umat dalam pelayanan gereja di jemaat.
11.  Meningkatnya pemanfaatan lahan pertanian milik gereja di jemaat.
12.  Meningkatnya tingkat pendidikan anggota jemaat status sosial lemah.
13.  Meningkatnya pemahaman umat tentang pentingnya lingkungan hidup dan alam sekitar.
14.  Meningkatnya partisipasi warga jemaat dalam mendukung proses pembangunan sarana-prasarana gereja di jemaat.
15.  Meningkatnya pemahaman Tim Verifikasi jemaat tentang pentingnya fungsi pengawasan dan pengendalian harta milik gereja di jemaat.

b.      Sasaran Strategis Pengembangan Kapasitas Pelayan :
1.      Meningkatnya Sumber Daya Pengasuh yang trampil dan berkualitas.
2.      Meningkatnya pendampingan gereja terhadap pemuda gereja di jemaat.
3.      Meningkatnya rasa keterpanggilan pengurus dalam ibadah AMGPM.
4.      Terciptanya Ibadah dan model liturgi ibadah wadah pelayanan perempuan yang menarik dan veriatif.
5.      Terciptanya Ibadah dan model liturgi ibadah wadah pelayanan laki-laki yang menarik dan variatif.
6.      Meningkatkan partisipasi perangkat pelayan dalam membangun persekutuan jemaat.
7.      Terciptanya Ibadah Minggu yang menarik.
8.      Terciptanya metode Ibadah Unit/sektor yang variatif.
9.      Meningkatnya komitmen Majelis jemaat dalam mengatasi maslah-masalah yang dihadapi anggota jemaat.
10.  Meningkatnya rasa keterpanggilan MJ dan Perangkat Pelayan.
11.  Meningkatnya modus pencarian dana oleh unit dan wadah-wadah pelayanan.
12.  Meningkatnya kemampuan Majelis Jemaat dan perangkat pelayan dalam memperhatikan. anggota jemaat status sosial lemah.
13.  Meningkatnya partisipasi pelayan dalam memelihara alam dan lingkungan di jemaat.
14.  Meningkatkan kemampuan Majelis Jemaat dalam mengelola Harta Milik Gereja di jemaat.
15.  Meningkatnya penguasaan tugas dan tanggung jawab Bendahara Jemaat.

c.   Sasaran Strategis Pengembangan Kapasitas Kelembagaan :
1.      Meningkatnya implementasi PFG yang berkualitas sesuai standar Kurikulum PFG GPM.
2.      Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi tugas pelayanan antar organisasi AMGPM dan Pelayanan Gereja di Jemaat.
3.      Meningkatnya fungsi koordinasi pelayanan antar organisasi dan pelayanan di jemaat.
4.      Menguatnya koordinasi dan konsolidasi tugas pelayanan antar wadah pelayanan perempuan dan pelayan di jemaat.
5.      Meningkatnya koordinasi dan konsolidasi tugas pelayanan antara wadah pelayanan laki-laki dan pelayan di jemaat.
6.      Tersedianya ruang ruang persekutuan di jemaat.
7.      Meningkatnya pembinaan umat sesuai standar LPJ GPM.
8.      Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi tugas pelayanan antar unit/sector dan pelayan.
9.      Membaiknya managemen waktu MJ dlm melaksanakan pelayanan pastoral.
10.  Menguatnya koordinasi dan sinkronisasi tugas dan Fungsi Pelayan gereja.
11.  Terciptanya konsep pengembangan ekonomi jemaat.
12.  Meningkatnya pelayanan social bagi anggota jemaat status social lemah oleh gereja.
13.  Meningkatnya pendampingan pelayan dan stakeholder di jemaat.
14.  Terbangunnya bangunan gedung gereja Maranatha di Jemaat.
15.  Meningkatnya sistim pengkaderan dikalangan pelayan.
16.  Terlaksananya optimalisasi legitimasi asset gereja di jemaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar