Kenyataan dibalik pluralitas yang selalu diperbincangkan sebenarnya pilihan Bangsa ini (Pancasila cukup
menjawab kegelisaan kita terkait dengan masalah-masalah diseputar pluralisme)
Karena itu kita tidak perlu mengutak-atik atau mendebatkan tentang ada apa
dibalik semua itu tetapi marilah kita menjalaninya dengan penuh rasa syukur
kepada Tuhan yang telah memberi bagi kita kekayaan berupa keperbedaan di dalam
dunia ini (lebih khusus bangsa kita) Kalau kita terus berpolemik diseputar pluralisme
untungnya apa ? ujung-ujungnya "penonton bertepuk tangan".
Kita bicara soal pro dan kontara atau suka dan
tidak suka seharusnya turut membuka mata-hati kita tentang sejauh mana orang-orang beragama (Mulai dari Pejabat Gereja, pejabat Negara, masyarakat awam) memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang sedang terjadi di depan mata. Masalah-masalah
diseputar Pro dan kontara dalam hidup
beragama, realitas pluralisme, politik, kepemimpinan dan lainnya
menjurus pada keperbedaan hingga saat ini masih menjadi topik-topik pembicaraan
yang cukup hangat di mana-mana. Banyak
orang suka dengan suatu keadaan
yang aman-aman saja dan tidak mau
diganggu oleh orang lain, sulit menerima keperbedaan, sulit menerima kehadiran
dan keberadaan agama lain, dll, padalah kita lupa bahwa dalam dunia yang paling
kecilpun (Keluarga), ada begitu banyak corak keperbedaan – apakah ini sebuah
ancaman atau sebuah ujian untuk menegur dan menyadarkan kita tentang tugas
menata semua yang berbeda itu sebagai sebuah kekuatan fungsional demi terciptanya kehidupan yang lebih baik, tenang, aman dan membawa dampak yang positif bagi generasi masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar