Jumat, 22 Februari 2013

Pertumbuhan Iman


Jika aku harus bermegah,
maka aku akan bermegah atas kelemahanku. (ayat 30)
Dalam menjalani hidup ini, setiap orang tentu ingin keluar dari segala macam penderitaan hidup yang dialami. Saya sangat yakin kalau: tidak akan ada orang yang ingin supaya hidupnya menderita.
Kali ini, Rasul Paulus mengatakan tentang sesuatu yang kelihatannya berlawanan dengan keinginan dan perjuangan manusia-manusia sekarang ini. Sekilas tergambar bahwa “Paulus berbangga tentang penderitaan yang dialaminya”. “Kebodohan” yang dimaksudkan dalam bagian bacaan kita kali ini, lebih tepat mengarah pada sebuah kepasrahan diri yang sungguh kepada Yesus Kristus, yang olehNya kita menerima kesempurnaan.
Dikatakan pada ayat 17: “Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut Firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah”.
Hal ini, bukan berarti Paulus adalah orang bodoh ! tetapi pernyataan ini, adalah sikap Paulus yang merendah dihadapan Tuhan sumber Kasih.
Paulus adalah salah seorang Rasul yang sangat terpelajar, tetapi kerendahan dirinya adalah wujud dari kesadaran penuh – bahwa tanpa Allah dalam Yesus Kristus, kita tidak akan memperoleh apa-apa. Paulus sangat berbangga tentang penderitaannya, dia menyebarkan Injil Yesus Kristus penuh kerelaan, dan bersedia menerima resiko yang terburuk sekalipun.
Banyak orang percaya sekarang ini, yang merasa diri pintar, hebat dan punya sesuatu untuk dibanggakan – tetapi untuk mendengar Pemberitaan Firman beberapa menit saja sudah bosan;
Persekutuan yang sedang ditumbuhkembangkan di hiasi juga, dengan orang-orang yang iri hati dan saling membenci; Diberikan tanggung jawab untuk ini dan itu mengeluh merasa berat, dan protes tanda tidak setuju, tetapi kalau uang di depan mata langsung setuju ha ha ha ha ha.
Bagi saya, tidak ada salahnya kalau orang Kristen mengeluh, tetapi yang salah adalah kalau keluhan kita itu kemudian melukai dan menyusahkan orang , karena tidak tahan kalau melihat kebaikan orang lain – dan ini yang sering terjadi.
Bagi Paulus; Penderitaan dalam melayani Pekerjaan Tuhan adalah kesenangan baginya, meskipun untuk kebanyakan orang adalah kebodohan. Dengan keyakinan iman yang sungguh; katakana saja, Paulus berani mengatakan seperti itu, karena dia sendiri telah merasakan Jamahan Tangan Tuhan. 
Kita Semua diminta untuk bertahan ditengah-tengah dunia yang telah ganas ini, dengan keyakinan iman yang teguh bahwa: Hanya Allah saja yang bisa membenarkan kita.  Dia yang membenarkan kita, adalah Dia jugalah yang bisa mengampuni kita. Dan Dia yang mengampuni kita, adalah: Dia yang sungguh mengetahui kelemaahan dan penderitaan kita.  Bersama yesus; dalam kelemahan dan seberat apapun penderitaan yang dialami kita akan dikuatkan untuk bertumbuh dan semakin kuat dalam Iman, Pengharapan dan Kasih.
Kristus telah “memecah-mecahkan” tubuhnya dan mencurahkan darahnya demi pendamaian dosa kita; Bagi  “orang yahudi”, ini seperti kebodohan. Apakah diantara kita ada yang menganggap bahwa persekutuan kasih yang sedang dibangun bersama Tuhan sekarang ini, adalah sebuah kebodohan ? Saya kira tidak, dan saudara-saudara pun demikian.
Segala penderitaan yang sedang dialami didunia ini, dan kehidupan bersama dengan orang lain – jika dijalani dengan benar, dan takut Tuhan; Ini bukanlah kebodohan, tetapi kebanggaan yang mengantar kita pada kemenangan yang berpengharapan bersama Yesus. Bisa kan ? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar